Rabu, 30 Oktober 2013

This is My Story
1.Wahid
            Deg...deg...deg, suara itu terdengar di jantung setelah tahu kalau besok ada ulangan fisika mingguan. Huh! Menyebalkan sekali! Tapi kata-kata itu tidak berlaku di hati anak bermata biru itu. Mungkin ia sangat bersemangat untuk ulangan fisika besok. Anak itu bernama Kartika Ayu Dewantari(maaf kalau ada nama yang sama). Terlihat dari cara ia belajar, terlihat kalau ia calon bintang kelas. Selain itu ia juga cantik, baik hati, pokoknya semua ia punya deh, kecuali satu, ia tidak bisa memasak. Tetapi waktulah yang menutup kelemahannya itu.
            Hari Rabu telah tiba, akhirnya soal fisika itu sudah di depan anak-anak kelas VII A. Anak-anak tersentak kaget, soalnya hanya satu! Betapa senangnya anak-anak VII A. Tetapi setelah di lihat soalnya.......,judulnya bertuliskan, SOAL PERSIAPAN UAN SMP, deg....deg....deg, hati makin berdetak makin cepat. “Anak-anak, hari ini open book, silahkan membuka buku kalian, kkkkk” tak tau kenapa Mr.Tonix tertawa dengan sedikit ditahan. Mungkin ada sesuatu yang di simpan di balik ulangan fisika hari ini. Setelah di sadari, Nastli, salah satu murid kelas VII A berteriak “INI SOAL KELAS TIGA!”. Glek! Tuntas sudah penderitaan kelas VII A. Sekarang hanya bagaimana menjalaninya dengan baik. Sedangkan Kartika, terlihat keringat dingin.....
            Tek...Tek...Tek....Waktu terus berjalan. “Anak-anak, bagaimana kabar kalian?” tanya Mr. Tonix. “Baek-baek saja pak....” jawab anak-anak. Setengah jam berlalu, tapi belum ada perubahan di soal anak-anak. Terlihat dari cara mengerjakan, mereka terlihat ketakutan. “Fiuh..... Akhirnya selesai juga!” kata Kartika bersemangat. “Ayo, dikumpukan di depan! Oh ya anak-anak, waktunya tinggal satu jam lagi! Jika tidak mengumpulkan soal, akan dianggap alpha!” kata Mr. Tonix. Satu per satu anak-anak kelas VII A mulai mengumpulkan soal. “Hehehe.....pasti hari ini aku akan mengalahkan si Kartika Wijaya itu!” kata Jesny. Ia anak paling kaya se-sekolah, mungkin udah kaya se-dunia akhirat.
            Akhirnya Mr. Tonix membagikan hasilnya. “Yang jawabannya sudah betul, langsung maju ke depan untuk menulis nama di papan!”. Lalu Kartika maju ke depan untuk menulis nama. Tanpa di sadari, yang maju hanya Kartika! Wow! Hebat betul anak itu....
            Dengan dendam, Jesny mengerjakan soal itu kembali. “Huh!gagal lagi, gagal lagi!” usahanya kali ini GATOT alias gagal total. Apalagi Kartika mendapat hadiah yaitu resep rahasia sekolah itu, mungkin resep obat-obatan. Dengan percaya diri, Jesny mengumpulkan lagi soalnya, kali ini ia mendapat nilai setengah. “Aduh pak! Kapan benernya sih?! Aku kan sudah bolak-balik ke depan, mana ada hasilnya?” kata Jesny menggerutu. Yang benar saja, soal fisika kelas tiga?!
            Setelah waktu yang di sediakan habis, Kartika dipersilahkan untuk menerangkan dan membahas kembali soal di papan tulis. Ternyata ia merangkai dan menebak-tebak jawaban dari salah satu pilihannya. Ternyata, ia bisa menjawab teka-teki Mr. Tonix. Dengan kesal yang bukan main, Jesny mencatat rumus yang di rangkai Kartika. “Sekian pelajaran saya hari ini, sampai jumpa di jam fisika yang akan mendatang!” kata Mr. Tonix. Satu-satu anak kelas VII A mengucapkan selamat kepada Kartika.
            Berbeda dengan yang dilakukan Jesny, ia tambah mencemooh Kartika. “Halah, cuma pelajaran fisika kelas tiga SMP saja udah bangga udah main, kalau aku kan sering ngerjakan tugas kakakku yang udah kuliah semester dua” kata Jesny bangga. “Eh, kamu tuh kayak anak kecil, suka membual melulu! Masa soal kelas tiga aja kamu gak bisa apa lagi kuliah semester  dua?” kata salah satu teman Kartika. Laras namanya. Memang ia sedikit tomboy, tapi cantiknya bukan main. “Eh! Asal lo tau ya! Jesny tuh anaknya lebih pinter dibandingkan Kartika! Selain pinter dia juga....” belum selesai Nastli berkata, Laras menyahut. “Huh! Masa sekolah ngadalin kaya?! Kan gak banget getho!”. “Ah! Gak usah bertengkar gara-gara aku deh..... Masa masalahnya dibawa-bawa di depan anak-anak sih?!” kata Kartika dengan sedikit bernada tinggi. Lalu Kartika menarik tangan Laras untuk menuju ke tempat lain.
Tepat dugaan Laras, Kartika mengajaknya ke toilet. “Ras, bukannya aku marahi kamu, tapi jangan lakukan ini di hari lainnya ya? Aku enggak mau kalau hati Jesny terluka gara-gara aku....”dengan nada lembut, Kartika mengatakan itu. “Hah?! Gak mau ngelukain hati anak yang suka ngibul itu?! Janganlah kar, dia itu sudah mengacaukan hidupmu! Kenapa gak bales balik aja? Dia mungkin suka....”kata Laras dengan sedikit ‘syirik’.
“Enggak deh ras, mending kita balas dengan sesuatu yang baik gitu.... kan lebih baik, iya kan?”.
“Tapi kar......”
“Tapi apa?”
“Anak kaya itu juga berusaha ngobrak-abrik hidup gue”
“Ups! Aku keceplosan!”
            Kata itu keluar dengan spontan dari mulut Laras.
“Apa maksudmu?”
            “Dia....Dia.... “
“aku gak bisa ngatakan itu...”
            “Kenapa memangnya? Ayo katakan! Biar aku siap menghadapi....”
            Dengan berlinang air mata, Laras akhirnya mengatakan

            “Dia...Dia berusaha membunuhmu”
Tobe continue..................... next time

Tidak ada komentar:

Posting Komentar