1.Wahid
Deg...deg...deg,
suara itu terdengar di jantung setelah tahu kalau besok ada ulangan fisika
mingguan. Huh! Menyebalkan sekali! Tapi kata-kata itu tidak berlaku di hati
anak bermata biru itu. Mungkin ia sangat bersemangat untuk ulangan fisika
besok. Anak itu bernama Kartika Ayu Dewantari(maaf kalau ada nama yang sama).
Terlihat dari cara ia belajar, terlihat kalau ia calon bintang kelas. Selain
itu ia juga cantik, baik hati, pokoknya semua ia punya deh, kecuali satu, ia
tidak bisa memasak. Tetapi waktulah yang menutup kelemahannya itu.
Hari
Rabu telah tiba, akhirnya soal fisika itu sudah di depan anak-anak kelas VII A.
Anak-anak tersentak kaget, soalnya hanya satu! Betapa senangnya anak-anak VII
A. Tetapi setelah di lihat soalnya.......,judulnya bertuliskan, SOAL PERSIAPAN
UAN SMP, deg....deg....deg, hati makin berdetak makin cepat. “Anak-anak, hari
ini open book, silahkan membuka buku
kalian, kkkkk” tak tau kenapa Mr.Tonix tertawa dengan sedikit ditahan. Mungkin
ada sesuatu yang di simpan di balik ulangan fisika hari ini. Setelah di sadari,
Nastli, salah satu murid kelas VII A berteriak “INI SOAL KELAS TIGA!”. Glek!
Tuntas sudah penderitaan kelas VII A. Sekarang hanya bagaimana menjalaninya
dengan baik. Sedangkan Kartika, terlihat keringat dingin.....
Tek...Tek...Tek....Waktu
terus berjalan. “Anak-anak, bagaimana kabar kalian?” tanya Mr. Tonix.
“Baek-baek saja pak....” jawab anak-anak. Setengah jam berlalu, tapi belum ada
perubahan di soal anak-anak. Terlihat dari cara mengerjakan, mereka terlihat
ketakutan. “Fiuh..... Akhirnya selesai juga!” kata Kartika bersemangat. “Ayo,
dikumpukan di depan! Oh ya anak-anak, waktunya tinggal satu jam lagi! Jika
tidak mengumpulkan soal, akan dianggap alpha!” kata Mr. Tonix. Satu per satu
anak-anak kelas VII A mulai mengumpulkan soal. “Hehehe.....pasti hari ini aku
akan mengalahkan si Kartika Wijaya itu!” kata Jesny. Ia anak paling kaya
se-sekolah, mungkin udah kaya se-dunia akhirat.
Akhirnya
Mr. Tonix membagikan hasilnya. “Yang jawabannya sudah betul, langsung maju ke
depan untuk menulis nama di papan!”. Lalu Kartika maju ke depan untuk menulis
nama. Tanpa di sadari, yang maju hanya Kartika! Wow! Hebat betul anak itu....
Dengan
dendam, Jesny mengerjakan soal itu kembali. “Huh!gagal lagi, gagal lagi!”
usahanya kali ini GATOT alias gagal total. Apalagi Kartika mendapat hadiah
yaitu resep rahasia sekolah itu, mungkin resep obat-obatan. Dengan percaya
diri, Jesny mengumpulkan lagi soalnya, kali ini ia mendapat nilai setengah.
“Aduh pak! Kapan benernya sih?! Aku kan sudah bolak-balik ke depan, mana ada
hasilnya?” kata Jesny menggerutu. Yang benar saja, soal fisika kelas tiga?!
Setelah
waktu yang di sediakan habis, Kartika dipersilahkan untuk menerangkan dan membahas
kembali soal di papan tulis. Ternyata ia merangkai dan menebak-tebak jawaban
dari salah satu pilihannya. Ternyata, ia bisa menjawab teka-teki Mr. Tonix. Dengan
kesal yang bukan main, Jesny mencatat rumus yang di rangkai Kartika. “Sekian
pelajaran saya hari ini, sampai jumpa di jam fisika yang akan mendatang!” kata
Mr. Tonix. Satu-satu anak kelas VII A mengucapkan selamat kepada Kartika.
Berbeda
dengan yang dilakukan Jesny, ia tambah mencemooh Kartika. “Halah, cuma
pelajaran fisika kelas tiga SMP saja udah bangga udah main, kalau aku kan
sering ngerjakan tugas kakakku yang udah kuliah semester dua” kata Jesny
bangga. “Eh, kamu tuh kayak anak kecil, suka membual melulu! Masa soal kelas
tiga aja kamu gak bisa apa lagi kuliah semester dua?” kata salah satu teman Kartika. Laras
namanya. Memang ia sedikit tomboy, tapi cantiknya bukan main. “Eh! Asal lo tau
ya! Jesny tuh anaknya lebih pinter dibandingkan Kartika! Selain pinter dia
juga....” belum selesai Nastli berkata, Laras menyahut. “Huh! Masa sekolah ngadalin
kaya?! Kan gak banget getho!”. “Ah! Gak usah bertengkar gara-gara aku deh.....
Masa masalahnya dibawa-bawa di depan anak-anak sih?!” kata Kartika dengan
sedikit bernada tinggi. Lalu Kartika menarik tangan Laras untuk menuju ke
tempat lain.
Tepat dugaan Laras,
Kartika mengajaknya ke toilet. “Ras, bukannya aku marahi kamu, tapi jangan
lakukan ini di hari lainnya ya? Aku enggak mau kalau hati Jesny terluka
gara-gara aku....”dengan nada lembut, Kartika mengatakan itu. “Hah?! Gak mau
ngelukain hati anak yang suka ngibul itu?! Janganlah kar, dia itu sudah
mengacaukan hidupmu! Kenapa gak bales balik aja? Dia mungkin suka....”kata
Laras dengan sedikit ‘syirik’.
“Enggak deh ras,
mending kita balas dengan sesuatu yang baik gitu.... kan lebih baik, iya kan?”.
“Tapi kar......”
“Tapi apa?”
“Anak kaya itu juga
berusaha ngobrak-abrik hidup gue”
“Ups! Aku keceplosan!”
Kata
itu keluar dengan spontan dari mulut Laras.
“Apa maksudmu?”
“Dia....Dia....
“
“aku gak bisa ngatakan
itu...”
“Kenapa
memangnya? Ayo katakan! Biar aku siap menghadapi....”
Dengan
berlinang air mata, Laras akhirnya mengatakan
“Dia...Dia
berusaha membunuhmu”
Tobe continue..................... next time
Tidak ada komentar:
Posting Komentar